Pembinaan Dasawisma adalah kegiatan untuk meningkatkan kapasitas kader Dasawisma dalam pendataan, administrasi, dan penggerakan program PKK. Tujuannya adalah untuk memperkuat peran Dasawisma sebagai ujung tombak pemberdayaan keluarga di tingkat paling bawah, dengan fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai kegiatan.
Tujuan pembinaan Dasawisma yaitu untuk Peningkatan kapasitas kader dengan meningkatkan keterampilan dan pengetahuan kader Dasawisma dalam mengelola administrasi, pendataan keluarga, dan kegiatan program PKK. Selanjutnya adalah penguatan administrasi dengan Melatih kader dalam pengelolaan administrasi yang tertib agar perencanaan, evaluasi, dan pelaporan kegiatan dapat berjalan efektif. Tujuan yang tidak kalah penting adalah pemberdayaan ekonomi keluarga dengan membekali kader untuk mendorong dan mengelola kegiatan usaha peningkatan pendapatan keluarga (UP2K). Selain itu tujuannnya adalah sebagai sarana koordinasi dan sinergi dengan memperkuat kerja sama antara kader Dasawisma, PKK, pemerintah desa, dan masyarakat untuk kelancaran program. Tujuan terakhir adalah berfungsi untuk pendataan akurat dengan memastikan data faktual masyarakat (kesehatan, pendidikan, ekonomi) yang dikumpulkan kader akurat untuk mendukung kebijakan pemerintah.
Bentuk kegiatan Dasawisma antara lain pelatihan administrasi, pendataan, dan pengelolaan program. Selanjutnya adalah pertemuan rutin atau rapat bulanan untuk membahas informasi dari PKK Desa dan kegiatan lainnya. Kegiatan Lomba juga diperlukan untuk memotivasi dan mengevaluasi kinerja kelompok Dasawisma dalam melaksanakan 10 program pokok PKK. Pembinaan dan penyuluhan adalah pembinaan yang diberikan oleh pengurus PKK Kecamatan atau desa sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing. Yang terakhir adalah kegiatan Pendataan atau kegiatan pengumpulan data keluarga yang dilakukan setahun sekali dan pendataan bangunan yang berkelanjutan.
Manfaat dari pembinaan dasawisma adalah meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pendataan yang akurat dan program yang terarah. Selanjutnya dapat mempermudah pelaksanaan program PKK karena Dasawisma menjadi ujung tombak di tingkat paling bawah. Manfaat lain adalah meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dengan mengajak masyarakat untuk lebih aktif dalam kegiatan PKK.
Dengan kegiatan pembinaan oleh Pengurus TP.PKK Desa Margoyoso paling tidak tertanam nilai-nilai antikorupsi diantaranya adalah sifat jujur dimana pengurus dasawisma bersikap lurus hati, tidak berbohong, tidak curang, dan tulus-ikhlas dalam segala tindakan. Selain itu tertanam nilai atau sifat peduli dengan mengindahkan, memperhatikan, dan menghiraukan keadaan orang lain serta lingkungan sekitar. Sifat kerja keras dengan melakukan kegiatan secara sungguh-sungguh, tanpa lelah, dan bekerja maksimal untuk mencapai hasil yang baik juga tertanam dalam kegiatan dasawisma. Selanjutnya dapat menanamkan nilai Sederhana dengan hidup bersahaja, tidak berlebihan, dan menggunakan harta sesuai kebutuhan, bukan untuk gaya hidup mewah yang dapat mendorong korupsi.